~ Tuhanku, permudahkanlah segala urusanku. Limpahi daku dengan rahmat dan keredhaanMu. Berikanlah kekuatan untukku menempuh segala ujian daripadaMu melalui kesabaran yang tiada terbatas. Tetapkanlah imanku hanya pada jalanMU.. di dunia dan di akhirat.. amiin.. ~

Tuesday, June 15, 2010

Lukisan JiWa

Setiap orang punya cara apabila berhadapan dengan masalah atau persoalan hidup. Cara untuk menangani, juga cara untuk menghadapinya. Bagi diriku, tinta merupakan satu medium yang paling dekat dengan hati dan rasa. Pena ialah temanku yang paling akrab untuk berkongsi soal jiwa.

Aku tidak menulis sekadar meluahkan tapi tiap abjad itu punya suaranya sendiri. Suara hati, suara minda dan suara jiwa yang bersatu dalam acuan kematangan yang kukutip dalam tiap tawa dan lara yang singgah di sepanjang perjalanan hari.

Bila aku menjadi pendebat yang bisu dalam pertelingkahan hidup yang seakan tidak ada akhirnya.. di sini tempat aku berlapang hujah berperisai kata. Di sini teduhanku tatkala hati tersayat oleh bisa nista.

Genggaman aksara, bait kata yang terukir bagai teralirnya semangat kental yang tidak mudah menyerah dan berserah semata. Segala rasa yang kelat dan pahit itu kutumpahkan di sini. Kucoretkan dan kuwarnakan mengikut alunan penaku sendiri. Kususunkan dan kubangunkan keyakinan itu dengan baris demi baris kata-kata yang lahir dari hati, jiwa dan rasa.


4 comments:

Koishie said...

pendebat bisu... ermm

Qasih said...

Koishie..

Mungkin diam itu perlu dalam perdebatan dan pertelingkahan itu.. kerana lantang berkata pada yang tidak mengerti bisa saja menjadikan jernih itu semakin keruh.

suara said...

Adakala suara minda juga tak mampu dilakarkan oleh tinta... huhu

Qasih said...

Su..

Ya benar.. adakalanya terjemahan tinta masih tidak cukup untuk mengungkapkan apa yang bermain di minda.. masih ada yang tidak terluahkan..